JOMBANG – Tim dosen dari Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang berfokus pada penguatan kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk “Pelatihan Psychological First Aid (Pertolongan Psikologi Pertama)” yang ditujukan bagi mahasiswa dan dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bahrul Ulum Jombang.
Pelatihan yang dilaksanakan pada hari Kamis, 19 Desember 2024, ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan kesehatan mental di kalangan mahasiswa. Mahasiswa sebagai kelompok usia dewasa awal (18-25 tahun) berada dalam fase transisi yang penuh tantangan, seperti tuntutan akademik, tekanan sosial, dan masalah ekonomi.
Berdasarkan asesmen awal, ditemukan bahwa masih rendahnya literasi mahasiswa dan dosen di STIKES Bahrul Ulum terhadap intervensi psikologis dasar. Meskipun mereka sering menghadapi rekan dengan distres psikologis, sebagian besar belum pernah mendapatkan pelatihan formal mengenai PFA.
Menjawab Kebutuhan Intervensi Awal
Tim pelaksana dari UIT Lirboyo Kediri terdiri dari Abd. Basith Arham, M.Psi., Psikolog (Ketua), Muhamad Safa’udin, M.Pd (Anggota), dan Ajeng Okvita Larasati, M.Psi (Anggota).
Abd. Basith Arham, M.Psi., Psikolog, selaku ketua tim, menjelaskan bahwa PFA dipilih karena merupakan pendekatan suportif berbasis bukti yang bersifat non-klinis10. “Tujuan PFA adalah membantu individu yang mengalami krisis agar merasa lebih aman, tenang, dan mampu mengakses bantuan11. Keterampilan ini dapat dilakukan oleh siapa saja yang terlatih, tanpa harus memiliki latar belakang psikologi profesional,” jelasnya.
Beliau menambahkan bahwa pelatihan ini sangat relevan bagi mahasiswa STIKES, yang nantinya akan menjadi tenaga kesehatan. “Pelatihan ini sejalan dengan pendekatan holistic care (perawatan holistik) yang tidak hanya memerhatikan aspek fisik, tetapi juga mental, emosional, dan spiritual,” ujar Basith.
Pelatihan menggunakan strategi participatory training approach (pelatihan partisipatif)14. Peserta terlibat aktif melalui studi kasus, role-play, dan diskusi kelompok, dengan fokus pada kerangka kerja “Lihat, Dengar, dan Hubungkan” (Look, Listen, Link).
Dampak Positif dan Pembentukan Peer Support
Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak perubahan yang signifikan. Berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep dasar PFA sebesar 32%.
Selain peningkatan kognitif, pelatihan ini juga berhasil membawa perubahan afektif, di mana mahasiswa menunjukkan sikap yang lebih terbuka, peduli, dan berempati terhadap isu kesehatan mental di sekitar mereka.
Salah satu hasil konkret dari kegiatan ini adalah terbentuknya tim pendukung sebaya (peer support). Kelompok ini diharapkan menjadi forum informal bagi mahasiswa untuk saling berbagi, memberi dukungan emosional, dan menjadi jembatan awal sebelum mengakses bantuan profesional.
Meskipun sukses, tim pelaksana juga mengidentifikasi kebutuhan penguatan lebih lanjut, terutama dalam keterampilan melakukan rujukan (follow-up) ke layanan profesional. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem kampus di STIKES Bahrul Ulum Jombang yang lebih inklusif, suportif, dan sehat secara mental.
