Sabtu, 2026/02/21 program studi bimbingan konseling islam telah melaksanakan kolaborasi dengan Musyawarah Guru BK (MGBK) Kabupaten Kediri dalam pelaksanaan webinar nasional yang bertema Self Care dan Mental Health Guru. Keterlibatan dosen bimbingan konseling islam UIT Lirboyo Kediri menjadi implementasi dari kerjasama yang telah dibangun dan menjadi kegiatan rutin jangka panjang. Pada kegiatan ini, dosen bimbingan konseling islam, ibu Ika Novita Sari,M.Psi., Psikolog sebagai narasumber dan moderator dari guru BK SMK Pembangunan Kandangan. Webinar ini dibuka oleh keynote speaker Ibu Rifca Nilamsari, S.Pd, Ketua MGBK SMK Kab. Kediri dan Pengurus IBKS Jawa Timur.
Webinar ini menjadi wadah bagi para guru BK untuk menambah wawasan dan sharing knowledge dalam menjaga mental health sebagai helper (guru BK). Ibu Rifca Nilamsari, S.Pd menyampaikan bahwa “fenomena kelelahan emosi pada guru merupakan suatu dampak dari minimnya kepedulian pada diri sendiri. Melaksanakan tugas sebagai guru BK yang harus memfasilitasi pelayanan konseling siswa dan kewajiban lain sebagai guru menampilkan dampak negatif signifikan terhadap produktivitas kinerja guru, sehingga perlu wadah, media untuk belajar bersama. Melalui webinar ini sebagai sarana meningkatkan motivasi para guru BK”.
Ibu Ika Novita Sari, M.Psi., Psikolog mengulas pembahasan self care yang komprehensif mulai dari makna self care dan relevansinya dengan self love. Bahwa self love menjadi mindset penggerak dari implementasi self care. Self care merupakan tindakan sadar dalam merawat fisik, emosi, profesional, sosial dan spiritual. Banyak hal yang membatasi implementasi self care dalam 24 jam. Misalnya, physical self care meliputi kualitas tidur, nutrisi, hidrasi , berolahraga. Emotional self care meliputi kemampuan memaafkan diri jika melakukan kesalahan, menajamen stres dan melakukan hobi. Profesional self care meliputi menetapkan batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, sharing antar rekan konselor. Social self care meliputi relasi yang sehat dengan keluarga, rekan kerja, teman. Sipritual self care meliputi aktivitas berdo’a, meditasi, mindfullness.
Pembahasan yang menarik tidak hanya pada fenomena kompleksitas tugas guru BK namun juga pada pemahaman pada tanda – tanda umum kapan perlu melakukan self care dan teknik – teknik aplikasinya.
Antusiasme para peserta tampak mewakili kegelisahan case load pada guru BK saat ini. Diskusi yang interaktif diharapkan dapat membawa manfaat pada guru BK dan membuka self awareness bagi sistem di institusi bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik sehingaa perlu kesadaran semua lini untuk mewujudkan mental wellbeing.

