Kediri, 07 November 2023 – Guna memastikan mutu dan relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri mengambil langkah strategis dengan menggelar koordinasi pemetaan potensi pengguna lulusan. Meski tergolong program studi baru yang belum meluluskan alumni, Prodi BKI menunjukkan inisiatif tinggi dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan lokakarya melibatkan para pemangku kepentingan (stakeholder).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi prodi untuk mendengar langsung masukan dari calon pengguna lulusan. Salah satu mitra strategis yang dilibatkan dalam diskusi ini adalah jajaran pimpinan dari lembaga pendidikan, yakni Madrasah Aliyah (MA) Mahrusiyah.
Ketua Program Studi BKI, Ika Novita Sari, M.Psi., Psikolog., menegaskan bahwa ketiadaan alumni saat ini justru menjadi peluang emas untuk menyusun fondasi kurikulum yang kuat sejak awal.
“Meskipun belum memiliki alumni, kami memilih untuk proaktif. Melalui forum diskusi terpumpun dan lokakarya ini, kami mengundang langsung calon pengguna lulusan, seperti pimpinan dari MA Mahrusiyah, untuk memetakan apa yang sebenarnya dibutuhkan di lapangan,” ujar Ika Novita Sari, M.Psi., Psikolog.
Dalam forum tersebut, pihak MA Mahrusiyah memberikan pandangan krusial mengenai kualifikasi dan kompetensi yang diharapkan dari seorang konselor atau tenaga pendidik di lingkungan madrasah. Masukan ini dinilai sangat berharga untuk menjembatani kesenjangan antara teori yang diajarkan di kampus dengan praktik nyata di dunia kerja.
Tujuan utama dari pelibatan stakeholder sejak dini adalah untuk merancang kurikulum yang adaptif dan responsif. Dengan memetakan ekspektasi dunia kerja secara langsung, Prodi BKI berkomitmen merancang materi pembelajaran yang mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan lembaga pendidikan Islam.
“Kami ingin memastikan bahwa kelak ketika mahasiswa kami lulus, mereka tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa kompetensi yang memang dicari dan dibutuhkan oleh lembaga seperti MA Mahrusiyah,” tambah Ika Novita Sari, M.Psi., Psikolog.
Langkah koordinasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah mitra, sekaligus menjamin mutu lulusan Prodi Bimbingan Konseling Islam di masa depan.