Pada tanggal 12 sampai 24 November, bertempat di Cirebon , telah dilakukan kegiatan Pesantren Ekologi #6 yang diselenggarakan oleh SALAM Institute. Kegiatan ini berlangsung selama 12 hari dan terbagi menjadi dua tahap utama, yakni pembekalan teori dan riset lapangan.
1. Pembekalan Teoritis (Hari 1-3): Kegiatan pembekalan teori dilaksanakan di ruang kelas selama tiga hari, dengan materi sebagai berikut:
•Fiqih Lingkungan: Memahami aturan agama terkait lingkungan dan kerusakan lingkungan.
•Pengantar Studi Ekologi: Menjelaskan hubungan antara manusia dan alam serta komersialisasi dan politisasi ekonomi terkait lingkungan.
•Memahami Krisis Ekologi: Mempelajari krisis ekologi pada sektor-sektor seperti kehutanan, kelautan, pertambangan, dan perkebunan.
•Studi Advokasi Masalah Ekologis: Membekali peserta dengan pengetahuan tentang penanganan masalah agraria dan lingkungan serta dasar-dasar pendampingan litigasi dan non-litigasi.
•Dasar-Dasar Riset: Mengenalkan teknik dasar riset agraria.
Pembekalan ini dilakukan secara interaktif dengan media diskusi dan penugasan tulisan reflektif.
2. Riset Lapangan (Hari 4-10): Peserta melakukan riset di sejumlah desa yang telah ditentukan oleh panitia penyelenggara. Riset dilakukan selama tujuh hari, dengan tujuan memperdalam pemahaman materi melalui pengamatan langsung dan interaksi dengan masyarakat setempat. Setiap peserta ditempatkan di satu lokasi riset yang berbeda.
3. Diskusi dan Refleksi (Hari 11-12): Diskusi temuan riset dilakukan sebanyak dua kali:
•Diskusi di Lapangan (Hari 11): Peserta mempresentasikan temuan awal dari riset lapangan.
•Ekspose Data (Hari 12): Peserta memaparkan hasil temuan riset secara keseluruhan.
Hasil temuan dan refleksi dianalisis untuk menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai aksi konkret berdasarkan kesadaran yang tumbuh selama kegiatan.
Penutup: Kegiatan Pesantren Ekologi #6 telah berlangsung dengan lancar dan sukses, memberikan pemahaman mendalam mengenai kajian politik-agraria dan lingkungan serta memfasilitasi pengembangan kesadaran kritis dan transformatif peserta.
Selama pelaksanaan Pesantren Ekologi #6, saya mengalami pembelajaran yang mendalam dan terintegrasi mengenai isu-isu politik-agraria dan lingkungan. Pembekalan teori memberikan dasar pengetahuan yang kuat, sementara riset lapangan memungkinkan peserta untuk menerapkan dan memperdalam pemahaman mereka dalam konteks nyata.
Diskusi dan refleksi menyempurnakan proses belajar dengan memungkinkan peserta untuk menganalisis dan merumuskan tindakan berbasis temuan riset. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta tetapi juga membangun kesadaran kritis dan transformatif terhadap isu-isu lingkungan dan sosial.
