Yogyakarta, 13 Desember 2023.
Bertempat di Gedung Sekolah Pascasarjana UGM lantai 3. Rombongan Dosen Prodi Ilmu Alqur’an tafsir dan LP3M UIT lirboyo disambut oleh Bapak Budi Ashari. MA. Bersama Dr. Syamsul Ma’arif, Ph.D. Selaku ketua pusat studi/Prodi S2 dibawah naungan sekolah Pascasarjana UGM yang terdapat 23 prodi lain termasuk prodi CRCS. Magister In Religiuos Studies.
Mengawali silaturahimnya Didik Andriawan menyampaikan, bahwa niat kita adalah silaturahim dan belajar kepada pusat studi CRCS UGM yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum dan penelitian, Khususnya prodi IAT kampus Tribakti. Tentunya kesempatan ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kami, bisa belajar dan mendapatkan pengalaman baru. ia juga sampaikan terimakasih atas diterimanya kedatanganya.
Acara berlangsung dengan santai diruang lobi sambil sesekali bercanda, Mas Ancuk, nama panggilan Dr. Syamsul Ma’arif. Ph.D. Mengucapkan terimakasih dan sangat senang perbincangan yang membahas tentang rencana kerjasama dalam bentuk pengembangan penelitian berbasis riset dan kurikulum pada program studi. karena pada dasarnya penelitian penelitian yang dilakukan oleh para dosen harus berjalan bareng dengan kegiatan penelitian mahasiswa, apa yang diajarkan dikelas itu sesungguhnya adalah pertanyaan-pertanyaan penelitian yang juga akan dikembangkan dalam penelitianya, dia tidak terpisahkan, hal ini juga akan berkontribusi pada aktivitas- aktivitas pengabdian atau di kenal dengan istilah education public. Produk pengetahuan dalam penelitian yang basisnya ada di kurikulum kelas, produksi pengetahuan berkontribusi kembali pada deseminasi melalui pendidikan publik, dari situ kita belajar hal baru lagi yang bisa didiskusikan dalam kelas. Proses yang seperti itu yang di suka dan di minati mahasiswa.
Basis pengembangan tema riset bisa dilakukan, Matakuliah yang ditawarkan bukanlah matakuliah mati, akan tetapi wajib dikembangkan, sehingga antara dosen dan mahasiswa adalah mitra peneliti.
Begitu juga halnya mahasiswa mengembangkan konsep prodi, apa yang dipelajari dikelas melalui turats ada pengembangan keluar dari sense of reseach, mungkin itu yang bisa kita bagi dalam pengelolaannya yang mudah. Supaya bisa saling menguatkan dan peneitian bisa terus dilanjutkan.
Buat kami, perspektifnya itu misalnya dari perguruan tinggi lain, kita adalah mitra bukan patron karena kita juga tambah pengetahuan terkait ilmu alquran.
Kita bisa kembangkan kerjasama seperti workshop, bagaimana kurikulum sebagai basis pengembangan tema riset. Itu biasanya yang kita lakukan dalam pengembangan tema riset berbasis kurikulum.
Pengembangan harus berbasis sumber daya dosen yang berkelanjutan. Karena lppm itu sumbernya juga dari para dosen Kalau misalnya punya kanal yg pengembangan langsung ke LPPM nya, Sehingga produksi pengetahuan itu terus berkelanjutan.
Diskusi gayeng diakhiri denga foto bersama Kaprodi IAT UIT Lirboyo dan pemberian kenang kenangan cindramata.
