Kamis (10/02/2022) diselenggarakan diskusi tindak lanjut Kegiatan Audit Stunting Kerjasama BKKBN-HIMPSI. Dua Dosen Fakultas Dakwah IAI Tribakti turut andil dalam kegiatan ini yakni Beti Malia Rahma Hidayati, M. Psi., Psikolog dan Nila Ainu Ningrum, M.Psi., Psikolog., CH., CHt. Kegiatan ini diselenggarakan secara virtual melalui zoom meeting.
Stunting merupakan permasalahan terkait gizi yang menjadi perhatian dan isu penting di dunia, termasuk di Indonesia. Stunting itu sendiri merupakan kondisi dimana panjang badan atau tinggi badan balita kurang jika dibandingkan dengan balita seusianya. Angka prevalensi stunting di masih tinggi, berdasarkan riset dasar (Riskesdas) tahun 2018 angka kejadian stunting rata-rata nasional yaitu 19,3%.
Berbagai upaya guna mempercepat penurunan kasus stunting dilakukan oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) salah satunya dengan berkoordinasi dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). BKKBN bekerjasama dengan Tim Pakar/Psikolog HIMPSI, akan dilakukan audit stunting ke pelosok wilayah untuk dilakukan intervensi oleh Tim Pakar yg mendapatkan SK dari Walikota/Bupati setempat. Tim Pakar bertugas untuk melakukan intervensi sesuai dengan kebutuhan penduduk ygterdampak stunting
BKKBN secara rutin menyelenggarakan kegiatan audit stunting guna menekan angka penurunan kasus stunting. Stunting tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan dan panjang badan balita. Stunting menjadi permasalahan karena merupakan salah satu penyebab utama angka kesakitan pada balita. Balita yang stunting akan lebih berisiko mengalami penyakit kronis seperti obesitas dan hipertensi jika dibandingkan dengan balita normal. Selain itu, stunting juga akan mengakibatkan perkembangan kognitif balita terganggu.
Berbagai dampak stunting tersebut secara tidak langsung akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Lebih jauh lagi, hal tersebut juga akan mempengaruhi peningkatan angka kemiskinan, kesakitan, dan kematian di Indonesia.
AF

