KEDIRI – Sebagai wujud nyata implementasi kerjasama antara Pemerintah Kota Kediri dengan akademisi, Dosen Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri, memberikan pendampingan psikologis intensif kepada korban kekerasan seksual (rudupaksa) di bawah umur.
Langkah ini diambil menyusul ditemukannya kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang remaja putri berusia 14 tahun. Kasus ini menjadi perhatian khusus mengingat kondisi psikologis korban yang sangat memprihatinkan saat pertama kali ditangani.
Kondisi Kompleks dan Trauma Berat
Berdasarkan hasil asesmen awal dan screening psikologis yang dilakukan oleh tim dosen psikolog dari BKI UIT Lirboyo Kediri, korban terindikasi mengalami depresi berat, kecemasan (anxiety) tingkat sedang, dan stres ringan.
Latar belakang keluarga yang kurang harmonis (broken home) serta minimnya kehadiran figur ayah dan figur perempuan yang protektif dalam hidup korban, diduga menjadi faktor kerentanan yang memperparah kondisi. Korban dilaporkan mengalami gangguan tidur parah, kerap mengeluarkan keringat dingin saat ter-trigger situasi yang mengingatkan pada peristiwa traumatis, serta memiliki penilaian harga diri (self-esteem) yang sangat rendah.
“Kondisi klien saat awal pendampingan sangat rapuh. Bahkan sempat terbesit keinginan untuk mengakhiri hidup. Ini adalah alarm bahaya yang membuat kami dan tim DP3AP2KB harus bergerak cepat dan tepat,” ujar Ika Novita Sari, Dosen BKI UIT Lirboyo Kediri yang menangani kasus ini.
Tantangan penanganan semakin berat karena pelaku dilaporkan tidak kooperatif dan cenderung berbelit-belit saat dimintai keterangan, yang secara tidak langsung menambah beban psikologis bagi korban dalam mencari keadilan.
Pendekatan Terapi Holistik: Sains dan Spiritual
Dalam proses pemulihan, tim dosen BKI UIT Lirboyo Kediri menerapkan integrasi teknik konseling modern dan nilai-nilai spiritual. Pendekatan yang digunakan meliputi konseling berbasis keluarga (family-based counseling), konseling spiritual, serta Mindfulness Cognitive Therapy.
Intervensi ini bertujuan untuk menstabilkan emosi korban, membangun kembali konsep diri yang positif, dan memberikan ketenangan batin.
“Kami menggunakan pendekatan yang menyentuh kognitif sekaligus spiritual klien. Alhamdulillah, setelah sesi berjalan, klien menunjukkan progres positif. Nafsu makan mulai membaik dan motivasi hidupnya perlahan tumbuh kembali,” tambah [Nama Anda].
Evakuasi ke Rumah Aman (Safe House)
Mengingat lingkungan keluarga dan rumah korban dinilai tidak kondusif untuk mendukung proses recovery jangka panjang, tim gabungan memutuskan langkah strategis. Atas rekomendasi tim psikolog dan persetujuan pihak terkait, korban kini telah dipindahkan ke Rumah Aman (Safe House).
Di Rumah Aman, korban akan mendapatkan fokus pemulihan kondisi fisik dan psikis yang lebih terjamin, jauh dari pemicu stres lingkungan, serta di bawah pengawasan profesional.
Kerjasama antara Prodi BKI UIT Lirboyo Kediri dan DP3AP2KB Kota Kediri ini membuktikan pentingnya kolaborasi pentahelix (pemerintah dan akademisi) dalam menangani isu sosial yang krusial di masyarakat. Hal ini juga menjadi bukti dedikasi para dosen UIT Lirboyo Kediri dalam mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian masyarakat yang berdampak nyata.
(Selesai)